Rabu, 29 Mei 2013

RESPONDING PAPER KELOMPOK 2





RESPONDING PAPER MESIR KUNO
OLEH: RITA HARDIANTI
A.    Sejarah Mesir Kuno
Mesir Kuno adalah peradaban yang tumbuh subur dari hulu Sungai Nil sampai wilayah deltanya di Laut Tengah. Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Peradaban Mesir Kuno bertahan lebih dari 3000 tahun sehingga peradaban Mesir Kuno disebut sebagai peradaban kuno terlama di dunia, sekitar tahun 3300 SM sampai 30 SM.
Ada beberapa faktor alam lain yang menjadikan Mesir sebagai peradaban besar. Kebanyakan daerah Mesir beriklim tropis, ini dapat dilihat dari lamanya matahari bersinar. Mesir memiliki musim panas lebih lama dari musim dingin, dengan sekitar 12 jam sinar matahari per hari pada musim panas, dan sekitar 10 jam sinar matahari per hari pada musim Mesir terbagi dalam dua bagian, yaitu Mesir Bawah (Lower Egypt), merupakan hilir Sungai Nil, yang terletak di Utara dekat Laut Tengah, dan Mesir Atas (Upper Egypt), yang terletak di Selatan lebih dekat hulu Sungai Nil.
B.     Perkembangan Politik
1.      Periode Dinasti Awal
Periode Dinasti Awal adalah puncak dari evolusi berlangsung budaya, agama dan politik, sulit untuk menentukan awal sebenarnya. Menurut tradisi Mesir Kuno, raja pertama yang memerintah atas seluruh Mesir adalah seorang pria yang bernama Menes.
2.      Periode Kerajaan Tua (Old Kingdom)
Lahirnya kerajaan Mesir Tua setelah Menes berhasil mempersatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Sebagai pemersatu, ia diberi gelar Nesutbiti dan digambarkan memakai mahkota kembar.
Kerajaan Mesir Tua disebut zaman Piramida, karena pada masa inilah dibangun piramida-piramida terkenal, misalnya piramida Saqqarah dari Firaun Joser. Piramida di Gizeh adalah makam Firaun Cheops, Chifren dan Menkawa.
3.       Peralihan Pertama
Pada kira-kira tahun 2134-2040 SM yang digolongkan sebagai Periode Peralihan Pertama, kekuasaan para firaun mengalami penurunan. Runtuhnya kerajaan Mesir Tua disebabkan karena sejak tahun 2500 SM  pemerintahan mengalami kekacauan. Bangsa-bangsa dari luar misalnya dari Asia Kecil melancarkan serangan ke Mesir.
4.       Periode Kerajaan Tengah (Middle Kingdom)
Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III. Ia berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir.
5.      Periode Peralihan Kedua
Kira-kira tahun 1640-1532 SM yang disebut Periode Peralihan Kedua, kekuasaan dialihkan ke beberapa raja lokal. Dan Mesir dijajah oleh orang Hyksos dari Timur Tengah. Pada akhir periode ini, Hyksos dikalahkan dan diusir oleh firaun Thebes. Sekali lagi Mesir menyatu.
6.      Periode Kerajaan Baru (New Kingdom)
Pada tahun 1532 SM Kerajaan Baru dimulai ketika raja pertama Dinasti ke-18, Ahmosis I, menyelesaikan pengusiran Hyksos dari Mesir, yang telah dimulai oleh saudaranya Kamose
7.       Periode Peralihan Ketiga
Selama hampir tiga abad Mesir lumpuh tidak berdaya menghadapi serbuan-serbuan dari Asia, pada tahun 800 SM, Mesir terpaksa harus membayar upeti kepada raja-raja Assyiria. Selanjutnya, pada abad ke-6 SM, Mesir ditaklukkan oleh Persia.
8.      Periode Akhir
Kekuatan Mesir tidak disegani lagi oleh bangsa-bangsa lain. Bahkan Mesir berhasil dijajah dan dikuasai oleh beberapa bangsa; Nubia, Assyria, Persia, dan Yunani (Macedonia).
 Sistem Kepercayaan bangsa Mesir:
a.       Tulisan
b.      Kalender
c.       Seni bangunan
d.      Piramida mesir dan mumi
C.    Keyakinan bangsa Mesir Kuno
1.      Bangsa Mesir Kuno menyembah banyak dewa
2.      Keyakinan terhadap kebangkitan dan keabadian
3.      Keyakinan tentang penghitungan setelah kematian
4.      Keluhuran monotheisme
D.    Jenis-jenis dewa bangsa Mesir Kuno
1.      Dewa Ra: dewa matahariDewa Nut : dewa langit
2.      Dewa Geb : dewa bumi
3.      Dewa Su : dewa hawa
4.      Dewa Tefnit : dewa udara panas
5.      Dewa Oziris : dewa sungai nil
E.     Kepercayaan Tentang Jiwa dan Ruh
Menurut Mesir Kuno bahwa ruh adalah seperti angin atau hawa yang tidak nampak bentuk dan rupanya., Demikian pula ruh manusia merupakan unsur yang menyebabkan bernapas sepanjang hidup itu. Ruh disebut “BA” yakni ruh yang benar-benar dan kekuatan lain yang disebut “KA” yaitu jiwa atau tubuh halus.
Dari kedua unsur tersebut ada hubungannya yaitu kekuatan yang disebut “KA”. Apabila manusia meninggal dunia maka “KA”selalu mendatangi tubuh jamaninya dan memberi nasihat kepada keluarganya. Itulah sebabnya timbul pemikiran untuk membuat mummi agar tubuh mayat itu tidak rusak, sehingga “KA” senang mendatangi tubuhnya itu.























Tiada ulasan:

Catat Ulasan