Rabu, 29 Mei 2013

RESPONDING PAPER KELOMPOK 3


RESPONDING PAPER YUNANI KUNO
NAMA: RITA HARDIANTI
YUNANI KUNO
Masyarakat Yunani pertama berkembang di pulau Kreta, di sebelah selatan laut Agea. Penduduk Kreta bukanlah penduduk Yunani melainkan mungkin berasal dari Barat Asia kecil yang datang 3000 SM mereka melakukan perdagangan dengan orang Yunani sehingga meninggalkan pengaruh dalam seni, agama, dan dalam sistem penulisan. Dalam sejarah diceritakan bahwa sejumlah kota di Yunani diatur oleh raja. Kota yang paling berperan adalah kota Mikene.
a.      Kebudayaan Minoa
Orang-orang kreta berasal dari asia kecil, sedangkan orang-orang Mikene datang dari Eropa bagian utara. Kebudayaan Mikene itu banyak dipinjam dari Kreta. Maka kedua kebudayaan itu disebut kebudayaan Minoa. Nama Minoa berasal dari nama Minos, raja kreta yang berkedudukan di kota Knosus. Kebudayaan Minoa desebut juga kebudayaan laut Aegea.Kebudayaan Minoa (Aegea) berkembang di Kreta 3000 SM selama zaman perunggu. Kemudia mencapai puncaknya kira-kira pada tahun 2000 SM sampai 1500 SM.
b.      Orang-orang Yunani pertama
Orang-orang Hellena (Hellas) adalah sebutan kuno untuk orang-orang Yunani. Semula mereka merupaka suku-suku pengembara dari rumpun Indo-Eropa. Mereka menyerbu keselatan, ke jazirah yang sekarang disebut Yunani anatara tahun 2000 SM sampai 1000 SM. Dalam penyerbuan itu mereka menaklukan penduduk asli atau penduduk yang datang lebih dahulu dari mereka. Mereka hancurkan dan tundukan kebudayaan Mikene dan Kreta. Pada kira-kira tahun 1000 SM, mereka telah menduduki seluruh jazirah Yunani, sebagian dari asia kecil dan kepulauan di laut Aegea.
Adapun suku-suku Hellena antara lain:
·         Suku Arcadian/Akhaia
Akhaia adalah daerah paling utara di Peloponnesos, meliputi pesisir utara Arkadia. Suku Ionia
·         Suku Ionia (bahasa Yunani: Ἴωνες, Íōnes) adalah satu dari empat suku utama yang merupakan leluhur bangsa Yunani Suku Aeolian
·         Suku Aiolia (bahasa Yunani: Αἰολεῖς) merupakan salah satu dari empat suku Yunani utama, yang membentuk bangsa Yunani kuno (ketiga suku lainnya adalah suku Akhaia, Doria, dan Ionia). Nama Aiolia berasal dari Aiolos, tokoh dalam mitologi Yunani yang dipersaya sebagai leluhur suku ini. Suku Dorian
·         Suku Doria (bahasa Yunani: Δωριεῖς, Dōrieis, tunggal Δωριεύς, Dōrieus) adalah satu dari empat suku bangsa utama yang menjadi leluhur bangsa Yunani kuno
c.       Pertumbuhan dan perkembangan yunani
pertumbuhan dan perkembangan Yunani dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan semakin bertambah maju dan berkembang. Pada abad ke-7 SM tumbuh dan berkembang Negara-negara kota seperti Sparta, Athena, Thebe, Corinthia, dam Argos. Bukan hanya di daratan jazirah Yunani saja, tetapi tersebar pulau Negara-negara kota itu di pulau-pulau laut Aegea. Masa antara abad ke-7 dan ke-6 SM adalah zaman kolonisasi Yunani.
d.      Empat zaman penting di Yunani
1.      Mikene (1400-1100 SM)
Pada akhir zaman perunggu kota mikene di peloponnesos adalah kota yang berpengaruh di laut Aegea. Menurut Hemeros benteng mikene adalah singgahsana Agamemnon, raja yang memimpin Yunani dalam perang Troya. Mikene adalah kota yang makmur dan menjalin hubungan perdagangan dengan Mesir, Surya, dan Palestina.
Para sodagarnya membuat catatan dalam bahasa Yunani awal. Pada sekitar 1100 SM pengaruh kota ini lenyap ketika di serang dan dibakar habis oleh penyerang yang tidak dikenal.
2.      Zaman kegelapan (1100-750 SM)
Setelah jatuhnya Mikene tulisan menghilang, istilah zaman kegelapan mengacu kepada minimnya catatan sejarah bukan minimnya pencapaian. Konon masyarakat baru memasuki Agea dari utara. Raja-raja bermunculan memrintah komunitas-komunitas kecil. Ini lah cikal bakal Negara kota Yunani. Pujangga mulai mencetak mitos dan legenda yang di tulis pada abad ke-8 SM, ketika para pemikir bahasa Yunani kembali menulis. Kali ini dengan huruf varian fenesia.
3.      Zaman klasik (250-323 SM)
Negara kota Yunani berkembang dan mendirikan koloni-koloni di seantero Mediterania sebuah aliansi Yunani yang dipimpin Athena dan Sparta serta sekutu mereka: perang berakhir sekitar 30 tahun kemudian dengan kekalahan Athena pascaperang, fhilip II dari Makedoneia berkuasa atas seluruh Yunani, puteranya Alexander mendidrikan kekkuasaan yang terbentang di seantero Asia dan India
4.      Periode Helenistik (323-31 SM)
Meskipun kekuasaan Alexander terpecah menjadi tiga kerajaan besar dan banyak wilayah kecil, pengaruh Yunani tetap terlihat melalui Helenistik Yunani-politik, sastra, seni dan bahasa yang didukung oleh pendidikan dan luasnya penggunaan tulisan. Bangsa Romawi pindah ke bekas kekuasaan Alexander pada tahun 168 SM dan pada 86 SM menguasai Athena. Mereka terbukti menjadi pendukung besar banyak aspek budaya Yunani.
e.       Ajaran dan praktek keagamaan
Bangsa Yunani menyembah dan percaya kepada banyak dewa dan dewi. Dewa-dewi itu berdiam disuatu gunung yang bernama olimpia, dibawah pimpinan suatu dewa tertinggi yang bernama Zeus. Zeus adalah raja dari para dewa. Dia bisa mengendalikan cuaca. Penyair Yunani kuno, Hesiod, memanggilnya 'awan-pengumpul' dan 'guntur'. Senjatanya yang paling ampuh adalah petir. Orang Yunani kuno percaya bahwa ketika petir menyambar bumi, itu adalah tanda Zeus hadir.
Di bawah ini beberapa dewa yang dipercayai oleh orang-orang yunani :
·         Zeus sebagai dewa tertinggi yang mendiami langit
·          Hera adalah istri Zeus dan ratu para dewa.
·         Athena adalah dewi perang dan kebijaksanaan
·          Apollo adalah dewa matahari, kebenaran, musik, puisi, tari dan penyembuhan
·         Demeter adalah dewi kesuburan dan pertanian
·         Poseidon adalah dewa laut dan kuda.
·         Aphrodite adalah dewi cinta dan kecantikan
·         Hermes adalah dewa perjalanan, bisnis dan olahraga.
·         Artemis dewi berburu, memanah dan melahirkan
·         Ares adalah dewa perang. Namun, tidak seperti Athena, ia tidak sangat licik dalam pertempuran.
·         Hephaistos adalah dewa api, gunung berapi, pandai besi dan craftworkers
·         Hephaistos adalah dewa api, gunung berapi, pandai besi dan craftworkers

RESPONDING PAPER KELOMPOK 4


RESPONDING PAPER ROMAWI KUNO
OLEH: RITA HARDIANTI
1.      Sejarah
Kerajaan (753-509 SM)
Terbentuknya Romawi
Kota Roma didirikan oleh suku bangsa local yang telah membangun perkemahan di tujuh bukit di sekeliling Roma pada 753 SM.
Menurut legenda, Roma didirikan oleh dua orang kakak beradik, Romulus dan Remus, cucu raja Numitor.  Sodara raja yang jahat, Amulius, memasukan kedua bersaudara yang masih bayi itu kesebuah keranjang lalu dibuang ke sungai Tiber. Tetapi mereka diselamatkan dan disusui oleh serigala betina. Mereka mendirikan Roma. Namun keduanya bertikai dan Remus terbunuh. Romulus kemudian menjadi raja yang pertama.
Dikisahkan pula bahwa Roma awal diperintah oleh raja local dengan Romulus sebagai penguasa pertama. Warga Roam tediri atas orang Sabin dan Latin, yang bersatu untuk membangun sebuah kota. Dan menganggap bangsa Romawi. Bangsa ini mendapat pengaruh dari daerah-daerah utara tetangga seperti: Etruscan, Para Pedagang Yunai dan Katago yang membawa berbagai pemikiran baru mengenai kebudayaan dan masyarakat.
Bangsa Etruska
Bangsa ini kerajaannya disebut Etruria, terbentuk sekitar (800 SM). Terdiri atas: petani, pengrajin logam, pelaut, dan pedagang. Bangsa ini menyukai music, permainan dan perjudian. Selain itu di pengaruhi bangsa Yunani, mengadopsi abjad Yunani, mengenakan Himaton (Jubah), dan menyembah para dewa Yunani. Banyak cara hidup mereka diambil oleh bangsa Romawi. Akirnya orang Romawi juga mengambil alih kebudayaan gaya Yunani sebagai kebudayaan utama mereka.
7 Raja Romawi
1.      Romulus
Romulus adalah raja pertama sekaligus pendiri Roma. Romulus mendirikan Roma di atas bukit Palatine. Romulus mengizinkan semua laki-laki, baik manusia bebas ataupun budak, untuk datang dan menjadi warga Roma. Untuk menyediakan istri bagi warganya, Romulus menculik wanita-wanita kaum Sabin sehingga kerajaan Sabin memerangi Roma. Setelah berperang dengan kaun Sabin, Romulus berbagi gelar dengan raja Sabin, Titus Tatius. Pada masa pemerintahannya, Roma juga berperang dengan kerajaan Fidenate dan Veii.
Romulus memilih 100 orang bangsawan untuk membentuk senat sebagai dewan penasihat bagi raja. Setelah penggabungan dengan Sabin, Romulus menambah lagi 100 sebagai senat. Romulus membagi rakyatnya menjadi tiga puluh curiae (golongan), dinamai berdasarkan tiga puluh wanita Sabin yang berperan dalam menghentikan perang antara Romulus dan Titus Tatius. Pewakilan tiap Curiae berkumpul membentuk Dewan Curiata. Setelah kematiannya pada usia 54 tahun, Romulus dipuja sebagai Quirinus, dewa perang.
2.      Numa Pompilius
Setelah kematian Romulus, terjapada masa interregnum selama satu tahun dimana 10 orang anggota senat terpilih memerintah sebagai interrex. Senat kemudian memilih Numa Pompilius, seorang Sabin, untuk menjadi raja berikutnya. Dia dipilih karena reputasinya sebagai orang yang adil dan beriman. Meskipun awalnya Numa tidak mau menerima jabatan kerajaan, ayahnya meyakinkannya untuk menerima posisi itu sebagai cara untuk melayani para dewa.
Masa pemerintahan Numa ditandai dengan perdamaian dan reformasi keagamaan.  Numa membangun kuil Janus dan melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma. Numa kemudian menutup pintu kuil tersebut untuk menunjukkan keadaan damai.  Numa juga banyak menetapkan dan mendirikan jabatan keagamaan di Roma, contohnya perawan vesta, Pontifex Maximus, Salii, flamine. Numa mereformasi kalender Romawi dengan menambahkan bulan Januari dan Februari sehingga totalnya menjadi 12 bulan.  Numa mengatur wilayah Roma menjadi distrik-distrik untuk menciptakan aministrasi yang lebih baik, membagi-bagi tanah kepada para penduduk, dan membentuk serikat dagang. Tradisi mengatakan bahwa pada masa pemerintahan Numa perisai Jupiter jatuh dari langit, dengan masa depan Roma tertulis di atasnya. Numa memerintah selama 43 tahun dan meninggal secara alami.
3.      Tullus Hostilius
Tullus Hostilius adalah raja yang lebih suka berperang dibanding mengurusi masalah keagamaan. Pada masa pemerintahannya, Roma memusnahkan kerajaan Alba Longa dan mengambil seluruh penduduknya.  Dia juga berperang dengan kerajaan Fidenae, Veii, dan Sabin. Dia membangun tempat baru untuk senat, Curia Hostilia, yang bertahan sampai 500 tahun setelah kematiannya.
Dalam suatu cerita, Tullus mengabaikan para dewa hingga akhirnya ia jatuh sakit. Tullus kemudian memanggil Jupiter dan memohon pertolongannya namun Jupiter membakar sang raja dengan petirnya. Tullus memerintah Roma selama 31 tahun.
4.      Ancus Marcius.
Setelah kematian Tullus Hostilius yang misterius, senat Romawi memilih cucu Numa Pompilius, Ancus Marcius, sebagai raja. Seperti kakeknya, Ancus Marcius lebih suka perdamaian dan hanya berperang jika dia diserang. Dia melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma dan membuat mereka bersekutu dengan Roma. Dia banyak membangun infrastruktur, seperti penjara pertama Roma, pelabuhan, dan pabrik garam. Dia juga membangun jembatan pertama yang melalui sungai Tiber. Setelah memimpin selama 25 tahun, Dia meninggal secara alami seperti kakeknya, menandai berakhirnya pemerintahan raja Latin-Sabin di Roma.
5.      Tarquinius Priscus
Tarquinius Priscus merupakan keturunan Etruska. Setelah pindah ke Roma, dia diadopsi oleh Ancus Marcius. Dalam masa pemerintahannya, dia memenangkan banyak peperangan melawan kerajaan lain dan membuat Roma memperoleh banyak harta rampasan perang.
Dia menambahkan 100 anggota dari suku Etruska ke dalam senat. Dia juga menambah jumlah tentara menjadi 6.000 infantri dan 600 kavaleri. Dia membangun kuil Jupiter, Circus Maximus (arena balap kereta kuda), mendirikan Forum Romawi, mengadakan kompetisi olahraga Romawi, dan memperkenalkan lambang militer Romawi.
Setelah menjadi raja selama 25 tahun, dia dibunuh oleh anak kandung Ancus Marcius.
6.      Servius Tullius
Tarquinius Priscus digantikan oleh menantunya, Servius Tullius. Servius adalah raja Roma kedua yang merupakan keturunan Etruska. Servius mengadakan sensus penduduk pertama dan membagi-bagi penduduk Roma berdasarkan tingkat ekonominya dan wilayah geografisnya. Dia mendirikan Dewan Centuria dan dewan Suku. Dia membangun kuil Diana dan tembok yang mengelilingi tujuh bukit di Roma. Dia memerintah selama 44 tahun kemudian dibunuh oleh putrinya (Tullia) dan menantunya (Tarquinius Superbus).
7.      Tarquinius Superbus
Tarquinius Superbus anak dari Tarquinius Priscus dan menantu Servius Tullius. Tarquinius Superbus juga adalah orang Etruska. Tidak seperti raja-raja sebelumnya, masa pemerintahan Tarquinius Superbus diisi dengan kekejaman dan teror sehingga rakyat memberontak padanya. Kekuasaan Tarquinius Superbus berakhir pada 509 SM, sekaligus menandai berakhirnya pengaruh Etruska di Romawi dan pembentukan Republik. Sementara Tarquinius Superbus melarikan diri ke kota Tusculum dan kemudian ke Cumae, di mana ia meninggal dunia pada 496 SM.
Republic (509-27 SM)
Awal Republic
Sekitar tahun 500-an SM, ketika demokrasi sudah dimulai di Athena, para aristokrat Romawi memutuskan bahwa mereka tak mau lagi dipimpin oleh raja-raja Etruska. Para raja memang bertugas secara baik untuk rakyat miskin, namun golongan orang kaya menginginkan lebih banyak kekuasaan. Akan tetapi kelompok kaya tidak bisa begitu saja menyingkirkan raja. Mereka memerlukan bantuan dari orang miskin.
Republik Romawi
Kini Romawi mulai menaklukan Italia selatan. Mereka menggunakan gagasan-gagasan bagus untuk membantu penaklukan mereka. Seperti halnya Aleksander Agung, Romawi mengumumkan kepada semua orang bahwa jika ada kota yang membutuhkan bantuan dalam peperangan, maka Romawi akan dengan senang hati membantu. Dengan segera, sebuah kota meminta pertolongan karena diserang oleh tetangganya. Romawi mengirimkan pasukan dan mengusir si penyerang. Akan tetapi, setelah perang selesai, Romawi menyatakan bahwa akan menempatkan sejumlah tentara Romawi di kota tersebut, untuk menjaga keamanan di sana. Namun jika ada tentara Romawi yang tinggal di suatu kota, maka kota tersebut secara tidak langsung harus mematuhi segala perintah Romawi.
Akhir Republik
Pada tahun 146 SM Romawi merupakan satu-satunya kekuatan penting yang tersisa di Laut Tengah, dan mereka menguasai hampir seluruh daerah pesisirnya.Namun muncul masalah di Romawi. Yang pertama, dua bersaudara yang bernama Tiberius Gracchus dan Gaius Gracchus berusaha mengembalikan sejumlah lahan di Italia kepada rakyat miskin. Namun para aristokrat di Senat yang kaya tidak mau menyerahkan lahan kepada kaum miskin. Pada tahun 133 dan 123 SM para senator dengan banyak pengikut mereka membunuh kedua bersaudara itu dalam dua kesempatan berbeda. Para Senator tidak dihukum atas kejahatan mereka.
Yang kedua, orang-orang Afrika yang dulu menyerang Kartago masih membuat masalah. Banyak pedagang Romawi yang tinggal di Afrika dibunuh oleh mereka. Jadi sekitar tahun 100 SM Romawi kembali menyerang Afrika. Namun Romawi tidak memiliki cukup tentara, dan jenderalnya, Marius, memutuskan untuk memasukkan para pria pengangguran dari kota Roma. Dia berjanji akan memberi mereka hadiah jika menang.
Yang ketiga, kota-kota Italia merasa bahwa Romawi tidak memperlakukan mereka dengan layak Mereka ingin memperoleh hak suara lebih banyal. Jadi pada tahun 80-an SM terjadi perang melawan kota-kota Italia, di bawah jenderal bernama Sulla. Perang in disebut Perang Sosial, dari bahasa latin "socii" yang bermakna "sekutu". Perang ini berlangsung lama dan Romawi menjadi pemenangnya. Akan tetapi, Marius dan Sulla berebut untuk menjadi jenderal yang akan bertempur di Asia Barat. Marius menang, namun Sulla membawa pasukannya dan berarak ke kota Rom. Dia mengancam akan menyuruh pasukannya menyerang Roma jika Senat tidak memberinya tugas yang diinginkannya. Cara ini berhasil; Sulla pergi ke Asia barat, dan ketika dia kembali dia mengangkat dirinya sendiri sebagai diktator, yang berarti dia dapat menyuruh siapapun untuk melakukan apapun tanpa perlu izin Senat.
Setelah Marius dan Sulla meninggal, sudah jelas bahwa Senat Romawi tidak cukup kuat untuk memimpin Romawi. Untuk mengendalikan keadaan, tiga orang bersekutu, mereka adalah Pompeius (sahabat Sulla), Crassus (seorang kaya), dan Julius Caesar (sahabat Marius). Mereka menjalankan roda pemerintahan selama kira-kira sepuluh tahun, sementara Julius Caesar menaklukan Galia (Prancis modern). Namun Crassus kemudian terbunuh ketika berperang melawan Parthia di Asia Barat, lalu Pompeius dan Julius Caesar terlibat dalam perang saudara. Lagi-lagi banyak orang yang terbunuh di kedua pihak. Pada akhirnya Caesar menang dalam Pertempuran Pharsalus. Pompeius kabur ke Mesir, namun di saan orang-orang Mesir malah membunuhnya supaya Caesar tidak marah kepada mereka.

RESPONDING PAPER KELOMPOK 6


RESPONDING PAPER AGAMA JAIN
OLEH:RITA HARDIANTI
1.      Sejarah dan perkembangan agama jain
Agama jain adalah sebuah agama monastic kuno dari india. Agama ini menolak otoritas weda sebagaimana halnya agama budhha. Agama ini muncul  pada zaman wiracarita yakni masa akhir zaman brahmana, ketika ada perdebatan antara aliran teistis dan non teistis.
Jainisme sndiri mulai diakui keberadaannya di magadha, india utara sekitar abad ke-6 dan ke-5 sebelum masehi pada waktu itu mahavira menyebarkan ajaran-ajarannya. Oleh karena itu mahavira lebih dikenal sebagai nabi jainisme, bukan penciptanya. Hal ini diperkuat oleh kenyataan bahwa mahavira dianggap bukan yang paling dulu menyebarkan ajaran-ajaran jainisme tersebut. Namun diakui bahwa diantara sekian banyak tirthankara, Mahavira adalah yang paling akhir turun ke Dunia ini. Sehingga Ialah yang menyampaikan dan menyempurnakan ajaran-ajaran agama jain
Jainisme sndiri mulai diakui keberadaannya di magadha, india utara sekitar abad ke-6 dan ke-5 sebelum masehi pada waktu itu mahavira menyebarkan ajaran-ajarannya. Oleh karena itu mahavira lebih dikenal sebagai nabi jainisme, bukan penciptanya. Hal ini diperkuat oleh kenyataan bahwa mahavira dianggap bukan yang paling dulu menyebarkan ajaran-ajaran jainisme tersebut. Namun diakui bahwa diantara sekian banyak tirthankara, Mahavira adalah yang paling akhir turun ke Dunia ini. Sehingga Ialah yang menyampaikan dan menyempurnakan ajaran-ajaran agama jain
2.      Perkembangan Jainisme
Telah disebutkan di atas bahwa penyebaran hasil pemikiran Mahavira disebar melalui padato-pidato dan ceramah-ceramah diberbagai kota di india. Dari perjalanannya itu kemudian pengikut jaina lebih kurang satu juta orang dan semuanya berada di india seperti agama hindu, pada keseluruhannya tara sosial dan penidikan mereka bersifat tinggi.
Dewasa ini ada lebih dari 8 juta pengikut agama ini. Mereka terutama ditemukan di India. Secara sosial, biasanya para penganut Jainisme termasuk golongan menengah ke atas. Agama Jaina itu mewariskan bangunan-bangunan kuil yang amat terkenal keindahan arsitekturnya di India dan senantiasa dikunjungi wisatawan.
Agama jinisme dikenal di Asia Selatan (India) dan disebarkan oleh Vardamina (546 SM) yang berasal dari keluarga yang  sangat berkuasa pada masanya. Vardamina selama dua belas tahun hidup menjadi anggota masyarakat pertapa yang bernama Nirgrantha. Pada tahun ke-13 dalam pengembaraannya Vardamina mendapatkan ilham atau wahyu penerangan tentang hakikat Tuhan yang Maha Tahu, yang mengerti akan segala sesuatu yang ada di jagad raya ini baik yang tersembunyi maupun yang nampak. Dan pada selama tiga puluh tahun kemudian Vardamina menyiarkan agamanya. Dan setelah Vardamina Mahavira meninggal aliran jainisme pecah menjadi dua yaitu Svetambara (memakai jubah putih) dan Digambara (berpakaian langit atau telanjang) perpecahan tersebut terjadi Sekitar tahun 310 SM yakni lebih kurang tiga abad sepeninggal Mahavira. Perpecahan itu disebabkan musim paceklik di India utara. Sejumlah 12.000 orang dari jemaat jaina itu dibawah pimpinan Badhrabahu, melakukan perpindahan menuju ke belahan selatan India, berdiam dan menetap dalam wilayah Mysore. Dengan begitu jemaat terpecah menjadi dua, yaitu belahan utara dan belahan selatan. Belahan utara beriklim dingin dan be;lahan selatan beriklim panas. Di dalam wilayah yang beriklim panas itu, pakaian tidak diperlukan. Sedangkan di belahan utara lebih mengutamakan bertarak dan bertapa tetapi perpecahan itu belum resmi.
Kemudian Sekitar tahun 82 Masehi perpecahan itu menjadi resmi dan disebabkan masalah pakaian. Jemaat yang mendiami di belahan utara pegunungan vindaya selalu mengenakan pakaian putih, dan jemaat ini yang disebut dengan sekte svetambara (jemaat berpakaian putih). Sedangkan jemaat yang mendiami di belahan selatan pegunungan vindaya tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun karena beriklim panas. Jemaat itu disebut dengan digambara (jemaat bertelanjang bugil bagaikan langit).
3.      System kepercayaan agama jain
1.      Konsepsi tentang tuhan
Agama jain atau jainisme menolak adanya tuhan yang dianggap sebagai pencipta atau penguasa dunia ini. Walaupun demikian menurut hut chison, paham jainisme tidak termasuk atheis, melainkan disebut non-teisme. Penyebutan ini didasarkan pada corak paha agama tersebut tentang apa yang disebut tuhan. Agama jain mengakui keberadaan apa yang disebut sang “Maha Kuat”, namun mengatakan bahwa sang maha kuat tersebut termasuk pula manusia, semuanya terbelenggu dalam alam dosa dengan sedikit atau tanpa ada kesempatan untuk melarikan diri darinya.
2.      Konsepsi tentang alam
Jainisme menganut filsafat dualisme, yaitu membagi alam saemesta ini menjadi dua kategori: zat yang hidup (jiva) dan zat yang tidak hidup (ajiva). Ajiva memiliki lima substansi yaitu benda (pudgala), dharma, adharma, ruang (akasa) dan waktu (kala). Unsure jiva dan keenam unsure ajiva tersebut disebut denga enam dravya.
3.      Konsepsi tentang karma
Jainisme tetap menerima ajaran tentang karma-samsara dalam pemikiran tradisional india, dan mengajarkan bahw karma terjadi karena tercampurnya jiva dan ajiva. Konsep karma dalam jainisme  berpangkal pada prinsip dualism antara jiwa dan benda, atas dasra prinsip tersebut, menurut jainisme tubuh manusia itu memenjarakan jiwanya.
4.      Pandangan tentang pencerahan
Tujuan akhir dari ajaran jain adalah untuk mencapai kehidupan yang sempurna memperoleh pengetahuan tentang pencerahan dan akhirnya moksa yakni terlepas dari siklus kelahiran kembali.
4.      PRAKTEK KEAGAMAAN DALAM JAINISME
A.    Asketisme
Menurut jai nada dua motif melakukan kehidupan asketik, pertama bahwa kehidupan asketik dianggap sebagai salah satu macam atletikisme spiritual yaitu latihan spiritual para atlit menjelang pertandingan. Kedua, bahwa kehidupan asketik itu menempatkan prinsip serba dua antara materi dan spirit (jiwa). Alu mencari cara untuk membebaskan jiwa yang terkurung dalam daging.
Jainisme sangantmementingkan asketisme. Hal ini diandaikan sebagai perjuangan mahavira untu memperoleh pengetahuan agungng. Karena itu sifat asketik jainisme menjadi bgitu kstrim dan ketat.
5.      Etika penganut agama Jain
Masyarakat jainisme terdiri atas pendeta, biara dan orang kebanyakan. Hanya ada lima disiplin spiritual didalam jainisme. Di dalam kasus kependetaan disiplin ini benar-baner ketat, kaku dan sangat fanatik. Sementara dalam kasus orang umum hal itu bisa di modifikasi. Kelima sumpah disebut “sumpah besar” (maha-vrta), sementara bagi orang umum disebut ‘sumpah kecil’ (anu-vrta). Kelima sumpah tersebut adalah (1) ahimsa (non kekerasan), (2) satya (kebenaran di dalam pikiran), (3) asteya (tidak mencuri), (4) brahmacharya (berpantang dari pemenuhan nafsu baik pikiran, perkataan maupun perbuatan), dan (5) aparigraha (ketakmelekatan dengan pikiran, perkataan dan prbuatan). Dalam halo rang umum, aturan ini bisa di modifikasi dan disederhanakan.